Kunjungan Big Bad Wolf Books

Encep Abdullah, S. Pd.

5/2/20262 min baca

Kunjungan edukatif para santri ekstrakurikuler Lingkar Potlot Pondok Pesantren Darussalam Pipitan ke ajang Big Bad Wolf Books di ICE BSD City, Tangerang, menjadi momentum penting dalam menumbuhkan budaya literasi di kalangan pelajar pesantren. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Mei 2026 ini merupakan bagian dari upaya memperluas wawasan santri terhadap dunia perbukuan internasional.

Bazar buku Big Bad Wolf sendiri telah resmi dibuka sejak 29 April 2026 di Hall 2–3A ICE BSD City. Acara ini dikenal sebagai salah satu pameran buku terbesar di dunia, menghadirkan jutaan buku dari berbagai genre dengan harga yang relatif terjangkau. Tahun ini, penyelenggaraan berlangsung selama lima hari penuh dan beroperasi tanpa henti selama 24 jam hingga 3 Mei 2026.

Pembina ekstrakurikuler Lingkar Potlot, Encep Abdullah, mengatakan kunjungan ini dirancang tidak sekadar sebagai wisata literasi, melainkan juga sebagai ruang belajar alternatif bagi santri. “Kami ingin mereka melihat langsung bagaimana ekosistem perbukuan global bekerja, mengenal ragam bacaan, sekaligus menumbuhkan minat menulis,” ujarnya saat ditemui di lingkungan pesantren.

Ia menjelaskan, Lingkar Potlot selama ini menjadi wadah bagi santri yang memiliki minat di bidang kepenulisan dan seni literasi. Kunjungan ke bazar buku internasional diharapkan dapat memperkaya referensi sekaligus memantik kreativitas para anggota.

Sejumlah santri yang mengikuti kegiatan ini antara lain Nahilatunnuha (kelas XI), Farhatun Nahwa (kelas XI), Visca Aulia (kelas XII B), dan Siti Khodijah (kelas IX). Mereka didampingi oleh para guru pembina masing-masing, yakni Bu Tati dan Bu Nurfaizah, Bu Nia, Bu Ida dan Pak Irfan, serta Bu Rohmiyah dan Bu Atik.

Kegiatan kunjungan juga mendapat pendampingan langsung dari Rofif Syuja’ Mu’tasyim selama berada di lokasi acara. Para santri dijadwalkan mengikuti tur area bazar, berdiskusi mengenai buku pilihan, serta menyusun catatan reflektif pascakegiatan.

Salah satu peserta, Nahilatunnuha, mengaku antusias mengikuti kegiatan ini. Ia menilai pengalaman mengunjungi bazar buku berskala internasional memberikan perspektif baru terhadap dunia literasi. “Kami bisa melihat langsung berbagai jenis buku dari banyak negara, ini sangat membuka wawasan,” katanya.

Hasil kunjungan tersebut nantinya akan dikembangkan menjadi karya tulis, baik berupa resensi buku, esai, maupun laporan jurnalistik yang menjadi bagian dari program pembinaan Lingkar Potlot.

Penyelenggaraan Big Bad Wolf Books di ICE BSD City tahun ini juga menarik perhatian masyarakat luas, terutama karena konsepnya yang memungkinkan pengunjung datang kapan saja. Antusiasme tersebut terlihat dari tingginya jumlah pengunjung sejak hari pertama pembukaan.

Kunjungan santri Darussalam Pipitan ini menjadi contoh bagaimana institusi pendidikan berbasis pesantren mulai aktif memanfaatkan ruang-ruang publik literasi sebagai bagian dari proses pembelajaran. Di tengah tantangan rendahnya minat baca, inisiatif semacam ini dinilai relevan untuk mendorong lahirnya generasi pembelajar yang lebih terbuka dan kritis.

editor: Fahmi Raudhatul Ulum, M.A

Berita Lainnya
Lihat Berita Lainnya